Kulonprogo, RadarYogyakarta.com – Libur panjang dalam rangka perayaan Hari Raya Waisak membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Kulonprogo. Peningkatan signifikan tercatat di berbagai destinasi wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata (Dispar) setempat, termasuk di kawasan desa wisata yang kini semakin diminati wisatawan.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang mengalami lonjakan tajam, bahkan mencapai tiga kali lipat di sejumlah lokasi unggulan. Salah satu yang mencolok adalah Pantai Glagah.
“Biasanya pengunjung Pantai Glagah di akhir pekan sekitar 1.500 orang. Saat long weekend Waisak, jumlahnya melonjak jadi 5.000 hingga 6.000 pengunjung,” kata Joko, Senin (12/5/2025).
Tak hanya destinasi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, desa-desa wisata di Kulonprogo juga merasakan dampak serupa. Bahkan, menurut Joko, beberapa desa wisata justru mencatat jumlah kunjungan yang lebih tinggi dibanding destinasi mainstream.
“Trennya, desa wisata sekarang banyak dipilih karena menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan, khususnya dari perkotaan, mulai tertarik menginap di homestay dan mengambil paket wisata berbasis aktivitas lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kunjungan ke desa wisata sudah terlihat stabil, bahkan di akhir pekan biasa. Namun, saat libur panjang seperti Waisak, pemesanan paket wisata dan tingkat hunian homestay meningkat signifikan.
“Contohnya di Dolan Deso. Biasanya kunjungan sekitar 400 orang di akhir pekan. Saat libur panjang, lama tinggal bertambah dari dua malam jadi tiga atau bahkan empat malam,” jelas Joko.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo, Mantoyo, turut membenarkan bahwa libur panjang kali ini membawa dampak positif bagi sektor pariwisata, meskipun pihaknya belum melakukan pemantauan detail terhadap tingkat hunian hotel.
“Hotel bintang di Kulonprogo memang masih terbatas, hanya sekitar lima unit. Namun libur panjang seperti ini jelas mendongkrak kunjungan ke destinasi,” ujar Mantoyo.
Dengan antusiasme wisatawan yang terus meningkat, Dispar Kulonprogo berharap ke depan daya tarik wisata berbasis komunitas dan budaya lokal terus tumbuh. Libur panjang menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata Kulonprogo yang tidak hanya mengandalkan alam, tetapi juga kekuatan desa dan kearifan lokal.






